Persija Jakarta – Penyerang Persija Jakarta, Marko Simic, pimpin daftar top skorer Piala Gubernur Jawa timur 2020. Pada pertandingan pertama menantang Persela Lamongan Selasa (11/2/2020) lantas, Simic sukses cetak tiga gol serta bawa Persija menang 4-1.

Tetapi, pelatih Persija, Sergio Farias, belum juga senang. Pelatih dari Brasil itu akui mempunyai gagasan supaya bomber asal Kroasia itu lebih tajam di Liga Indonesia 2020.

Persija Perkasa di Piala Gubernur Jawa timur, Evan Dimas Membumi serta Konsentrasi Siap-siap ke Liga Indonesia.

Persija Sempat Kesusahan untuk Menaklukkan Sabah FA
“Simic penyerang yang lengkap. Tapi, ia semakin lebih tajam di persaingan kelak. Sebab ada satu slot pemain yang akan dihadirkan untuk memberi banyak umpan masak padanya,” kata Farias.

Baca Juga: Marco Motta Buka Suara Terhadap Persija Jakarta

Gagasannya, satu slot itu akan diisi pemain asing. Tetapi dengan catatan, proses naturalisasi gelandang Marc Klok selesai sebelum pendaftaran pemain ditutup.

“Kami masih nantikan satu pemain asing yang memiliki kemampuan menyalurkan bola ke depan. Hingga Marko Simic dapat lebih tajam di muka gawang,” sambungnya.

Sebetulnya, Persija Jakarta telah ditempati deretan pemain dengan perasaan menyerang. Waktu lalu, Team Macan Kemayoran barusan resmikan Osvaldo Haay yang dapat berposisi jadi penyerang atau gelandang serang.

Baca Juga: Striker Persija Jakarta Komentari Pemain Persela Ini

Penyerang Persija Jakarta, Marko Simic, lakukan selebrasi selesai cetak gol ke gawang Bhayangkara FC pada pertandingan Shopee Liga Indonesia di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Sabtu (10/8). Persija bermain seri 1-1 atas Bhayangkara. (Bola.com/Yoppy Renato)

Andaikata Klok telah mempunyai paspor Indonesia serta memperoleh gelandang asing penambahan, Persija akan makin garang. Dengan materi pemain yang ada saat ini, Persija Jakarta telah dipandang seperti Los Galaticos Indonesia.

Tetapi Farias masih bernafsu meningkatkan kemampuan teamnya. Karena ia lihat persaingan Liga Indonesia benar-benar padat serta ketat.

“Sewaktu-waktu ada pemain luka, akumulasi kartu atau ke tim nasional. Jadi kami sediakan pemain dengan optimal sebelum persaingan diawali,” terangnya.